Langsung ke konten utama

Contoh soal korelasi

 
Latihan soal dan studi Kasus
Contoh soal 1
1.Ingin diketahui seberapa kuat hubungan antara besarnya pendapataseseorang dengan pengeluaran (konsumsi) per bulan. Data dari orang yang diwawancarai diperoleh datasebagai berikut:(pendapatan)80900 70600 700 800 (ribuan)(konsumsi) 300 300 200 100 200 200 (ribuan)Untuk menghitung koefisien korelasi maka disusun tabel bantu sebagai berikut:Tabel Tabel Bantu Analisis Korelasi
 Product Moment 
nXYX
2
Y
2
XY
1800300640.00090.000240.0002900300810.00090.000270.0003700200490.00040.000140.0004600100360.00010.00060.0005700200490.00040.000140.0006800200640.00040.000160.000
Σ
4.5001.3003.430.000310.0001.010.000Berdasarkan tabel bantu tersebut diperoleh nilai-nilai:
4.500
1.300
X
2
3.430.000
Y
2
310.000
XY 1.010.0006
 
Untuk menghitung koefisien korelasi, maka nilai-nilai tersebut dimasukkan dalam rumuskoefisien korelasi sebagai berikut.r=
22
)300.1()(310.000.6)500.4()(3.430.000.6300)(4.500)(1.-)(1.010.000 6
=
000.690.1000.860.1000.250.20000.580.20000.850.5000.060.6
=
000.170000.330000.210
=
412,3106x4563,574000.210
=
4,854.236000.210
=0,886621Jadi diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,886621 karena nilainya positif danmendekati berarti hubungan konsumsi dan pendapatan kuat dan searah (positif), artinya peningkatan pendapatan seseorang akan diikuti dengan peningkatan pengeluaran (konsumsi).Uji Hipotesis Hubungan (Uji Signifikan)Pengujian hipotesis hubungan digunakan uji statistik yang disebut Uji t
(t-student)
.Parameter yang diuji yaitu korelasi dinotasikan dengan
ρ
(lihat bab Estimasi Parameter). Ujihipotesis hubungan pada dasarnya adalah menguji signifikansi koefisien korelasi, apakah besar kecilnya hubungan yang diperoleh itu kebetulan saja atau memang ada hubungan yangsesungguhnya.Rumus Uji untuk uji hubungan adalah:t=
22
-12n
 
Selain menggunakan Uji t, pengujian hipotesis hubungan dapat menggunakan kriteria nilaikorelasi tabel (r 
tabel
yaitu dengan cara membandingkan nilai koefisien korelasi (r 
hitung
dengannilai 
tabel
.Jika 
hitung
tabel
maka hubungan antar variabel signifikanJika 
hitung
 
tabel
maka hubungan antar variabel tidak signifikan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Kota Lubuklinggau

        Profil Kantor Perpustakaan,      Arsip dan Dokumentasi Daerah      Kota Lubuklinggau   Sejarah Singkat Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (Perpurasipda) Kota Lubuklinggau telah menyelenggarakan layanan perpustakaan kepada masyarakat sejak bulan September 2004, dengan status kelembagaannya yang dibentuk berdasarkan Perda Kota Lubuklinggau Nomor 22 Tahun 2003 tanggal 23 Desember 2003 dan telah diperbaharui sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 menjadi Perda Nomor 3 Tahun 2008.   Visi dan Misi 1. Visi Mewujudkan kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Lubuklinggau sebagai sumber informasi, Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Tempat Pelestarian Nilai-nilai budaya Bangsa serta sarana pembelajaran sepanjang hayat   2. Misi. 1)    Meningkatkan kualitas SDM Masyarakat dan Aparatur Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi K...

Source Code Biodata Diri Sederhana Menggunakan Android Studio

Script <LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"     android:layout_width="fill_parent"     android:layout_height="fill_parent"     android:orientation="vertical"     android:background="@drawable/ai">     <TextView         android:id="@+id/textView1"         android:layout_width="wrap_content"         android:layout_height="wrap_content"         android:layout_gravity="center_horizontal"         android:text="@string/data" />     <TextView         android:id="@+id/textView2"         android:layout_width="wrap_content"         android:layout_height="wrap_content"         android:layout_gravity="center_horizontal"         android:text="@string/nim" />   ...

Ringkasan Singkat Mengenai Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)

  Sejarah      Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) didirikan pada tanggal 6 Juli 1973 dalam Kongres Pustakawan Indonesia yang diadakan di Ciawi, Bogor, 5-7 Juli 1973. Kongres ini merupakan perwujudan kesepakatan para pustakawan yang tergabung dalam APADI, HPCI dan PPDIY dalam pertemuan di Bandung pada tanggal 21 Januari 1973 untuk menggabungkan seluruh unsur pustakawan dalam satu asosiasi. Dalam perjalanan panjang sejarah perpustakaan di negeri ini, jauh sebelum IPI lahir, sudah ada beberapa organisasi pustakawan di Indonesia. Mereka ini adalah Vereeniging tot Bevordering van het Bibliothekwezen (1916), Asosiasi Perpustakaan Indonesia (API) 1953, Perhimpunan Ahli Perpustakaan Seluruh Indonesia (PAPSI) 1954, Perhimpunan Ahli Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Indonesia (PAPADI) 1956, Asosiasi Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Indonesia (APADI) 1962, Himpunan Perpustakaan Chusus Indonesia (HPCI) 1969, dan Perkumpulan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta (PPDIY).t...